1. Home
  2. »
  3. Publikasi
  4. »
  5. PT WBPU Fasilitasi Penyusunan RPJMK di Kampung Long Lamcin dan Kampung Long Pelay

PT WBPU Fasilitasi Penyusunan RPJMK di Kampung Long Lamcin dan Kampung Long Pelay

Pembangunan kampung yang berkelanjutan merupakan tujuan yang diinginkan oleh banyak pihak, termasuk pemerintah, masyarakat lokal, dan sektor swasta. Dalam konteks ini, selaku perusahaan hutan produksi swasta, PT Wana Bakti Persada Utama (WBPU) memiliki potensi besar untuk menjadi mitra strategis dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kampung (RPJMK). 

Melalui kemitraan yang kokoh, PT WBPU berusaha untuk memberikan kontribusi yang signifikan dalam memajukan kampung-kampung di sekitar area konsesi perusahaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal. Maka dari itu sejak tanggal 7 Maret 2024 sampai dengan 12 Maret 2024, PT WBPU melalui Yayasan Nastari menfasilitasi penyusunan RPJMK di dua kampung adat di Hulu Kelay yakni Kampung Long Lamcin dan Kampung Long Pelay, di Provinsi Kalimantan Timur.

Kegiatan fasilitasi penyusunan RPJMK ini merupakan tindak lanjut dari surat permohonan yang disampaikan oleh Kampung Long Lamcin dan Kampung Long Pelay kepada PT WBPU untuk pendampingan penyusunan RPJMK yang akan dilakukan di dua kampung tersebut. Kegiatan dilakukan dengan melakukan Musyawarah Kampung secara partisipatif dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat kampung sebagai sumber data dan informasi. Musyawarah Kampung ini dilakukan dalam rangka untuk menemukenali potensi dan peluang pendayagunaan sumber daya kampung baik di Long Lamcin maupun di Long Pelay, dan masalah yang dihadapi kampung di kedua kampung tersebut.

Hasil penggalian gagasan dalam Musyawarah Kampung ini menjadi dasar bagi masyarakat dalam merumuskan usulan rencana kegiatan yang meliputi penyelenggaraan pemerintahan kampung, pembangunan kampung, pembinaan kemasyarakatan kampung, pemberdayaan masyarakat kampung, dan penanggulangan bencana, keadaan mendesak dan darurat lainnya.

Dalam penyusunan RPJMK terdapat Langkah-langkah yang dilakukan agar bisa menghasilkan rencana kerja yang memungkinkan pengembangan kampung secara terorganisir dan terarah, tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga aspek-aspek sosial, ekonomi, budaya, dan lingkungan yang mempengaruhi kehidupan sehari-hari penduduk kampung. Langkah-langkah tersebut yaitu.

  1. Studi Kelayakan dan Analisis Kebutuhan: Tahap awal penyusunan RPJMK melibatkan identifikasi kebutuhan utama dan potensi kampung. Melalui studi kelayakan dan analisis menyeluruh, pihak yang terlibat dapat memahami kondisi kampung dan menetapkan prioritas pembangunan.
  2. Partisipasi Masyarakat: Proses penyusunan RPJMK harus melibatkan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat kampung. Diskusi kelompok, diskusi forum terbuka, dan survei masyarakat adalah beberapa cara untuk mengumpulkan masukan dan aspirasi dari penduduk kampung.
  3. Penetapan Visi dan Tujuan: Berdasarkan hasil analisis dan konsultasi dengan masyarakat, visi dan tujuan jangka menengah kampung ditetapkan. Visi ini menjadi panduan dalam merumuskan strategi dan kebijakan pembangunan.
  4. Penyusunan Program dan Kegiatan: Program dan kegiatan pembangunan yang spesifik dan terukur disusun berdasarkan visi dan tujuan yang telah ditetapkan. Program-program ini mencakup berbagai bidang seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan, ekonomi, lingkungan, dan budaya.
  5. Penetapan Anggaran dan Sumber Daya: Setelah program dan kegiatan ditetapkan, sumber daya dan anggaran yang diperlukan untuk mewujudkannya harus dialokasikan secara cermat. Pendanaan dapat berasal dari berbagai sumber, termasuk anggaran pemerintah, dana swadaya masyarakat, hibah, dan bantuan pihak luar.
  6. Monitoring dan Evaluasi: RPJMK bukanlah dokumen statis, tetapi harus selalu disesuaikan dengan perkembangan dan perubahan kondisi kampung. Mekanisme monitoring dan evaluasi secara berkala diperlukan untuk menilai kemajuan, mengidentifikasi hambatan, dan membuat perubahan strategis yang diperlukan.

Dengan adanya RPJMK yang tersusun dengan baik maka diharapkan bisa memberikan manfaat yang memungkinkan pengembangan kampung secara terarah dan berkelanjutan, dengan memperhitungkan kebutuhan masa kini tanpa mengorbankan kebutuhan generasi mendatang. Selain itu, melalui partisipasi dalam proses penyusunan RPJMK, masyarakat kampung merasa memiliki tanggung jawab dan peran aktif dalam pembangunan wilayah mereka sendiri. Dan dengan fokus pada aspek-aspek sosial, ekonomi, budaya, dan lingkungan, RPJMK bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup penduduk kampung secara menyeluruh.

Musyawarah secara partisipatif sudah dilakukan di masing-masing kampung, dan saat fasilitasi penyusunan RPJMK oleh PT WBPU kepada Kampung Long Lamcin dan Kampung Long Pelay sudah masuk ke tahapan penyempurnaan dokumen RPJMK yang akan difasilitasi oleh Yayasan Nastari. Dokumen rancangan RPJMK tersebut kemudian akan dijadikan dasar  masing-masing kampung untuk dilakukan musyawarah kembali bersama masyarakat, sekaligus meninjau ulang dokumen RPJMK yang telah disusun itu.

Penyusunan RPJMK merupakan langkah penting dalam upaya memajukan kampung-kampung di sekitar area konsesi PT WBPU. Melalui keterlibatan aktif masyarakat, pengelolaan sumber daya yang efisien, dan fokus pada pengembangan berkelanjutan, RPJMK menjadi instrumen vital dalam mencapai pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh warga kampung di Long Lamcin dan Long Pelay.

Share :

Related Post

PT WBPU Salurkan Bantuan dalam Rapat Kerja Daerah  III Gereja Kemah Injil Indonesia Berau di Desa Long Keluh

PT WBPU Salurkan Bantuan dalam Rapat Kerja

Pada tanggal 11 Juni 2024, PT Wana Bakti Persada Utama (WBPU) mengambil

Penggunaan Teknologi LIDAR dan Logfisher dalam Penerapan Metode RIL-C di Hutan Produksi PT WBPU

Penggunaan Teknologi LIDAR dan Logfisher dalam Penerapan

Hutan produksi adalah salah satu aset penting bagi keseimbangan lingkungan dan keberlanjutan

PT WBPU Laksanakan Survei Area RKT 2025

PT WBPU Laksanakan Survei Area RKT 2025

PT Wana Bakti Persada Utama (WBPU) melaksanakan kegiatan survei di area Rencana